Rabu, 11 Februari 2015

Pengertian dan Klasifikasi Fungi ( jamur )

Fungi merupakan topik pembahasan kali ini, beberapa hal yang akan dibahas adalah Pengertian Fungi, Reproduksi Fungi, dan Klasifikasi Fungi. Mungkin dari sahabat ilmu sekalian ada yang sedikit asing dengan kata fungi, fungi ini adalah bahas latin dari jamur, nah pasti udah tau kan? Namun jamur atau fungi ini tidak semuanya berbentuk sepeti dalam bayangan awam, kita sering membayangkan bahwa jamur bebentuk seperti payung yang lebih berisi, tapi kenyataanya tidak semua demikian, Langsung aja simakyang berikut ini ya biar pengetahuannya bertembah.

A.PENGERTIAN FUNGI ( JAMUR )

Fungi(jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri,ia tidak termasuk dalam kindom protista,monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme(yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

Fungi ( Jamur )


B.REPODUKSI FUNGI (JAMUR)

Seperti yang telah saya jelaskan tadi sahabat, jamur terbagi atas dua, yaitu uniseluler(besel tunggal) dan multiseluler), nah keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang berbeda.
Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk tunas, dan secara seksual dengan membentuk spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut benang hifa. Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual melalui pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sehingga terbentuk spora  askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara adalah spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.
Endospora adalah spoa yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap tinggal di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui perkawinan jamur ascomycota. Askospora terdapat dalam askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan kelompok jamur Basidimycota disebut basidispora. Basidispoa terdapat di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Kesimpulan :Reproduksi jamur unseluler:
  • Aseksual(Membentuk tunas, membentuk spora)
  • Seksual(membentuk spora askus)
Reproduksi jamur multiseluler:
  • Aseksual(Fragmentasi, zoospoa, konidia)
  • Seksual(Inti jantan dan inti betina bertemu, akhirnya membentuk spora askus atau spora basidium)

3.KLASIFIKASI FUNGI ( JAMUR)

Jamur diklasifikasikan berdasarkan cara reproduksi dan struktur tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi menjadi 4 divisi yaitu

1.Divisi Zygomycota

Jamur Zygomycota


Tubuh Zygomycota terdiri dari benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mengandung kitin.

Contoh jamur ini adalah jamur yang tumbuh pada tempe, selain itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan lainnya. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membentuk spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium kemudian pecah dan spora tersebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membentuk benang baru.

Reproduksi secara seksual dilakukan sebagai berikut :
dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, kemudian inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal. Zigot menghasilkan kota spora yang disebut zigosporangium dan sporanya disebut zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) selama 1-3 bulan. Setelah itu zigospora akan berkecambah membentuk hifa. Hifa jantan dan betina hanya istilah saja , dan disebut jantan, jika hifanya memberi isi sel, disebut betina kalau menerima isi sel.

2.Divisi Ascomycota

Jamur Ascomycota


Ciri Khusus dari jamur Ascomycota adalah dapat menghasilkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini menyerupai kantong sehigngga disebut askus, untuk mengetahui bentuk dan stuktu askus dibutuhkan pengamatan yang teliti.

a.Reproduksi secara sesksual

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskansecara ingkas sebagai berikut. Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membentuk alat reproduksi betina yang ukurannya menjadi lebh besar, yang disebut askogonium. Di dekatnya , dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut anteridium berinti haploid(n kromosom). Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut trikogin. Melalui saluran trikogin inilah inti sel dari anteidium pindah dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga. Setelah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut sebagai hifa askogonium . Nah inin yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium ,kemudian membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan. Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membentuk sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini terdapat dua int. Ujung hifainilah yang kelak akan membentuk askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, bentuknya kompak,yang mudah menjadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang berasal dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membentuk 8 buah spoa. Jadi, spoa tersebut terbentuk di dalam askus, karena itulah disebut  spora askus. Spora askus dapat tersebar kemana-mana karena angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai spora askus akan tumbuh menjadi benag hifa baru.

b.Reproduksi Secara Aseksual
Selain reproduksi secara seksual, jamur ini juga melakukan perkembangbiakkan secara aseksual melalui pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam. Ada yang hitam,coklat, bahkan kebiruan, dan juga ada yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Golongan jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Kesimpulan :Ascomycota
  • Hidup saprofit,parasit, ada yang bersimbiosis
  • Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang
  • Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia
  • Reproduksi seksual dengan menghasilkan spora askus

3. Divisi Basidiomycota

Jamur Basidiomycota


Jamur Basidiomycota umumnya merupakan jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita temukan pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang banyak mengandung bahan oganik, misalnya jamur barat.
Bentuk tubuh buahnya kebanyakan mirip payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan lainnya, jamur-jamur tersebut merupakan makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Bagian tubuh buah inilah yang enak dimakan. Tubuh buah atau basidiokarp merupakan tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium menghasilkan 4 spora basidum.

Secara singkat daur hidup Basidiomycota :Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+)pindah ke hifa(-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium muncul basidiokarpàmembentuk basidium à spora basidium

Kesimpulan :Basidiomycota
  • Merupakan jamur makroskopik
  • Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik
  • Menghasilkan spora basidium dari reproduksi seksualnya
  • Reproduksi aseksual dengan Konidia

4.Divisi Deuteromycota

Telah dibahas sebelumnya bahwa jamu yang epoduksi seksualnya menghasilkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang menghasilkan basidium digolobgkan kedalam Basidiomycota. Akan tetapi belum semua jamu yang dijumpai di alam telah diketahui cara repoduksi seksualnya. Kira-kira terdapat sekitar 1500 jenis jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Akibat dari hal ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1500 jamur tersebut. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan k dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”. Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukan takson. Jika kemudian menurut penelitian ada jenis dari jamu ini yang diketahui proses reproduksi seksualnya,maka akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota. Sebagai cotnoh adalah jamur oncom yang mula-mula jamur ini berada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah diteliti ternyata jamur ini menghasilkan askus sehingga dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Nah, akhirnya selesai juga nih pembahasan artikel kali ini tentang Fungi, semoga bemanfaat ya sahabaat,dan apabila masih ada hal yang belum dipahami silahkan langsung ditanyakan saja melalui kotak komentar

Negara Maju dan Negara Berkembang

Selamat datang sahabaat, kali ini saya akan membahas suatu postingan yang berhubungan dengan kata-kata "negara", tetapi bukan tentang pengertian negara, melainkan lebih ke pengelompokkan negara, yaitu negara maju dan negara berkembang. Seperti yang kita tahu indonesia merupakan negara berkembang, tapi kok gak kelihatan ya perkembangannya ? hihihi. dan indonesia kita ini sudah lama dikategorikan dalam negara berkembang sahabat, tapi menurut logika saya harusnya kalo terus berkembang, berkembang, dan berkembang , udah bisa dikategorikan ke dalam negara maju dong, hehee, gatau juga deh, langsung aja ya..

Persebaran Negara Maju dan Berkembang tidaklah hanya berpusat pada satu bagian dunia saja,namun tersebar di banyak benua.Pembagian Negara Maju dan Berkembang ini dikelompokkan berdasarkan Ciri-Ciri Negara Maju dan Ciri-Ciri Negara Berkembang itu sendiri. Nah Sampai saat ini,konsentrasi negara maju adalah benua Eropa, Amerika Utara,Australia, Selandia Baru, dan Asia Timur, Di kawasan Asia Barat, ada banyak negara pengekspor minyak yang dikelompokkan secara khusus (Pengelompokkan Negara Maju dan Negara Berkembang). Persebaran negara-negara berkembang pada umumnya berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan  dan beberapa kepulauan di Pasifik.

Negara Maju dan Berkembang
Persebaran Negara Maju dan Berkembang ada peta juga dapat dibaca melalui persebaran lahan-lahan tertentu pada peta. Misalnya, karena Ciri-Ciri Negara Berkembang yang masih  bertumpu pada lahan pertanian, maka persebaran lahan pertanian yang luas dan padat pada peta dapat digunakkan untuk mengetahui letak negara-negara berkembang.

Contoh lainnya adalah Ciri-Ciri Negara Maju yang bertindak dalam bidang industri,sehingga kawasan industri peta dunia juga dapat digunakan untuk menentukan letak dan pemetaan negara-negara maju, mengingat negara maju umumnya merupakan negara yang perekonomiannya bertumpu pada sektor industri.

Beberapa kenampakan alam maupun buatan lainnya pada peta juga dapat digunakan untuk menentukan kekayaan dan potensi yang dapat diolah oleh suatu negara. Karena itu, peta tematik dapat digunakan untuk menentukan persebaran posisi negara-negara berkembang dan negara-negara maju.

Dalam Khazanah wacana warga negara internasional, ada beberapa macam Pembagian Negara Maju dan Berkembang.Pembagian Umumnya dilakukan oleh organisasi-organisasi dan lembaga – lembaga internasional yang berkepentingan dengan pembagian pembagian negara-negara berdasarkan kriteria tertentu.Walu begitu, tidak ada ketentuan baku yang mengatur Pembagian Negara Maju dan Berkembang.

A.PENGELOMPOKKAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

A.Pengelompokkan Negara Maju dan Berkembang berdasarkan Sektor Perekonomiannya

Bank Dunia mencoba melakukan pembagian negara maju dan negara berkembang berdasarkan sektor perekonomian yang dijadikan tumpuan. Maka, menurut Bank Dunia negara-negara di dunia ini terbagi ke dalam empat kelompok. Empat kelompok tersebut ialah sebagai berikut.
Negara maju yang berpendapatan tinggi dan mengandalkan perekonomiannya dari sektor industri.
Negara berkembang yang berpendapatan menengah dan sektor industri dalam bidang perekonomiannya sedang dalam tahap perkembangan.

Negara dunia ketiga yang berpendapatan rendah dan tidak memiliki sektor industri yang dapat diandalkan dalam perekonomiannya

Negara-negara pengekspor minyak yang dikelompokkan secara khusus, tidak dimasukkan dalam tiga kelompok di atas. Ini disebabkan negara-negara pengekspor minyak memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat karena mengandalkan sektor pertambangan minyak bumi dan gas alam yang harganya terus meningkat sejak periode 1970-an.

B.Pengelompokkan Negara Maju dan Negara Berkembang Oleh UNDP

UNDP (United Nations Development Program), yakni lembaga internasional untuk pembangunan yang berada di bawah PBB, Mengelompokkan negara maju dan negara berkembang berdasarkan keberhasilan negara-negaraa tersebut dalam membangun kualitas kehidupan manusia yang menjadi penduduk di wilayahnya. Karena itu, kriteria yang dipakai UNDP dalam mengelompokkan negara-negara maju dan berkembang ialah menggunakan  berbagai faktor nonekonomi seperti tingkat harapan hidup, tingkat kematian bayi, dan tingkat pendidikan.

C.Pengelompokkan Negara Maju dan Berkembang berdasarkan Pendapatan Per-kapita

Selain pada point A diatas,Bank Dunia juga mengelompokkan negara-negara di dunia ini berdasarkan pendapatan perkapita yang diperoleh masing – masing negara. Berdasrkan pendapatan perkapitanya, ada 4 macam negara, yaitu sebagai berikut.
  • Negara berpendapatan rendah, yakni negara yang memiliki pendapatan per kapita kurang dari US$ 675.
  • Negara berpendapatan menengah bawah, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita antara US$ 675 – 2.695.
  • Negara berpendapatan menengah ke atas, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita antara US$ 2.696 – 8.335.
  • Negara berpendapatan tinggi, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita lebih dari US$ 8.336.

Secara umum,yang dimaksud Negara Berkembang ialah negara yang bidang perekonomian dan tingkat kehidupan masyarakatnya masih berada dalam tahap perkembangan. Adapun negara maju adlah negara yang tingkat perekonomian dan tingkat kehidupan masyarakatnya telah berada pada tahap yang lebih maju. Berdasarkan definisi umum ini, ada beberapa  Ciri-Ciri Negara Maju dan Ciri-Ciri Negara Berkembang yang menyebabkan mereka digolongkan kedalam kelompok tersebut.

Persebaran Negara Maju dan Berkembang ini juga tidak bertumpu pada satu tempat,tidak hanya di bagian Eropa misalanya,Toh Ada juga negara di bagian Asia yang tergolong kedalam negara Maju,seperti Jepang.Begitu Pula dengan persebaran Negara berkembang yang tidak bertumpu pada suatu benua.

B.CIRI-CIRI NEGARA MAJU

Negara – negara di Eropa umumnya merupakan negara maju.selain itu , negara maju juga tersebara di kawasan Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru. Negara di Benua Asia yang dpat dikatagorikan sebagi negara Maju adalah Jepang, Korea, dan Singapura.Nah,kalo Indonesia termasuk sebagai negara berkembang.Pembagian Negara Maju dan Berkembang tersebut di nilai dari berbagai sektor.Kembali ke topik saat ini yaitu Ciri –ciri negara Maju .Umumnya Negara Maju memiliki ciri - ciri sebagai berikut:

a. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Relatif Tinggi

Karena penduduknya memiliki penguasaan Ilmu Pengetahuan dan dan Teknologi yang tinggi, negara – negara maju mampu mengolah sumber daya alam secara optimal. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi tersebut ditopang oleh tingginya pendidikan penduduk di negara maju.selain pengaruh pada pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi juga berdampak pada kemampuan masyarakat di negara maju dalam memasarkan produk – produk industri maupun pertanian negara mereka di pasar internasional. Hal ini memungkinkan pendapatan negara maju terus bertambah.

b. Perekonomian   bertumpu pada sektor Industri dan Jasa

Kegiatan perekonomian utama tidak hanya mengandalkan sektor primer seperti pertanian, namun juga sektor inndustri dan jasa yang menjadi sektor andalah pemacu pertumbuhan ekonomi. Sektor industri memiliki kelebihan dalam menyedot jumlah tenaga kerja, sehingga masalah pengangguran dapat diatasi. Sementara, sektor jasa melatih masyarakat untuk terbiasa melakukan pekerjaan wiraswasta yang tidak mengandalkan sektor pertanian saja.

Variasi dalam sektor ekom=nomi andalan menjadikan negara maju memiliki banyak alternatif yang tidak bertumpu pada satu sektor saja. Sehingga, ketika salah satu sektor mengalami kemunduran, maka sektor lainnya dapat diandalkan untuk menopang perekonomian. Sebagai contoh, bila sektor industri di negara maju memiliki kemunduran,maka sektor jasa dan pertanian maasih kuat untuk menopang perekonomian, begitu pula sebaliknya.

c.Angka Pengangguran Relatif Rendah

Industri yang berkembang pesat membuka banyak lapangan kerja, sehingga anka pengangguran dapat ditekan serendah mungkin. Selain itu, pengetahuan yang tinggi karena tingkat pendidikan yang tinggi menjadikan masyarakat kreatif dan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri melalui uasaha – usaha wiraswasta yang tepat dan efektif.

Rendahnya angka pengangguran berpengaruh pada angka kejahatan di negara maju yang umumnya rendah sehingga usia harapan hidup meningkat dan mempertinggi kualitas kehidupan manusia yang tinggal di negara maju.

d. Pendapatan Per Kapita Berada Pada Kisaran yang Tinggi

Variasi produk impor yang banyaknya lapangan pekerjaan menjadikan negara maju memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, sehingga penduduknya memiliki tingkat kesejahteraan yang baik. Pendapatan per kapita juga ditopang oleh surplus atau kelebihan ekspor dari impor sehingga negara memiliki banyak uang yang dapat digunakan untuk menyejahterakan rakyatnya.

e. Memiliki Banyak Modal Untuk Pelaksanaan Pembangunan

Besarnya volume ekspor menjadikan banyaknya pemasukkan bagi negara maju, Karena itu, Negara – negara maju memiliki banyak modal untuk melaksanakan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya.

Banyaknya modal yang dimiliki oleh negara maju juga memungkinkan negara untuk makin memperlebar usaha dan proyek-proyyek pengadaan fasilitas – fasilitas penunjang kesejahteraan bagi rakyatnya.
         
Hanya sedikit penduduk dunia yang tinggal di negara maju.Negara maju hanya meliputi 20% dari seluruh wilayah daratan di bumi.Negara maju umumnya memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah. Selain itu, negara maju umumnya memiliki tingkat kematian dan kelahiran bayi yang rendah, serta tingkat harapan hidup yang lebih tinggi. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan dan nilain gizi yang dikonsumsi penduduk di negara maju telah tinggi.

Penduduk negara maju umumnya tinggal di kawasan urban (kota). Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri dan jasa. Tingkat pendapatan perkapita rata-rata tinggi.Pendapatan per kapita rata-rata negara maju berada di atas kisaran 20.000 dollar Amerika.Pembagian Negara Maju dan Berkembang  berdasarkan pendapatan perkapitanya dikelompokkan oleh Bank Dunia.
Kesimpulannya, secara umum Ciri-ciri Negara Maju adalah sebagai berikut:
  • Angka pertumbuahn penduduknya relatif kecil.
  • Perbandingan lapangan kerja dengan pencari kerja seimbang.
  • Produktivitas tenaga kerjanya sudah tinggi.
  • Sebagian Besar Penduduk bekerja di sektor Industri dan Jasa.
  • Tingkat kesehatan dan angka harapan hidupnya tinggi .
  • Tingkat pendidikan dan penguasaan teknologinya rata-rata sudah tinggi.
  • Pendapata nasional dan pendapatan rata-rata penduduknya tinggi.
  • Daya beli masyarakat sudah tinggi.
  • Kualitas kerjanya rata-rata tinggi.
  • Angka pengangguran dan kriminalitas dapat ditekan.
  • Angka beban tanggungannya atau depency rationya rendah.
C. CIRI – CIRI NEGARA BERKEMBANG

Negara-negara berkembang umumnya berada di kawasan Aia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan. Negara-negara yang termasuk kelompok negara berkembang contohnya antara lain Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, dan Brasil.Persebaran Negara Maju dan Berkembang tidak dominan pada suatu wilayah,dan  postingan kali ini tidak sama seperti pada Ciri-Ciri Negara Maju yang lebih banyak membahas tentang kelebihan Negara tersebut,Melainkan pada postingan Ciri-Ciri Negara Berkembang ini lebih banyak membahas tentang kekurangan negara tersebut.Kira-kira kenapa ya? mungkin karena negara-negara ini masih perlu banyak belajar dan masih dalam masa perkembangan.Umumnya, negara berkembang memiliki ciri sebagai berikut.

a. Bekas Jajahan Negara Lain,Terutama Negara-negara Eropa

Karena penjajahan yang terjadi selama ratusan tahun, tingkat pendidikan di negara berkembang umumnya rendah. Akibatnya penduduk negara berkembang kurang mampu mengembangkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pembangunan. Penjajahan selama ratusan tahun juga telah menyebabkan hilangnya sejumlah kekayaan alam yang dapat dijadikan sumber modal untuk pembangunan.

Masih banyak dampak kerusakan lain yang diakibatkan oleh penjajahan. Akibat yang paling utama ialah menjadi rendahnya kepercayaan diri bangsa – bangsa yang dijajah untuk dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal ini sulit mengembangkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakatnya.

b. Produksi Barang Sangat Bertumpu pada hasil Pertanian

Karena tingkat pendidikannya yang rendah, kemampuan masyarakat dalam melakukan produksi hanya terbatas pada bercocok tanam yang dipelajari secara turun temurun. Hal ini juga merupakan akibat tidak langsung dari penjajahan selama ratusan tahun. Secara umum hasil pertaniannya memiliki nilai komoditas yang rendah karena cepat membusuk dan rusak. Hal ini berbeda dengan hasil industri yang tahan lama dan bernilai tinggi.

Pertanian yang dilakukan secara tradisional umumnya tidak memberikan hasil yang banyak dan melimpah. Keadaan ini makin memperburuk kualitas hasil pertanian negara-negara berkembang sehingga hasil pertaniannya kurang mampu bersaing dengan hasil-hasil pertanian negara lainnya di pasar internasional. Alternatif untuk mengalihkan tumpuan pada sektor selain sektor pertanian sangat terbatas karena rendahnya pengetahuan masyarakat di luar sektor pertanian.

c. Memiliki Masalah Tekanan Penduduk

Tekanan penduduk berkisar pada tingkat penganggurang tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas rendah, kualitas rendah, dan kemiskinan. Negara masih berkonsentrasi pada penanganan maslah-masalah tersebut. Akibatnya pembangunan jadi terbengkalai sehingga negara memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap negara-negara lain yang mau memberikan bantuan.

Masalah-masalah seperti tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas rendah, kulitas kehidupan rendah, dan kemiskinan berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Sehingga maslah-masalah semacam itu tidak akan dapat diberantas oleh pemerintaha sepanjang maslah perekonomian belum juga dapat diatasi.Di sisi lain, maslah perekonomian juga sangat bergantung pada kualitas kehidupan manusia, sehingga keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Akibatnya, hal itu menjadi maslah yang terus berputar dan tak kunjung usai bila tidak diiringi oleh keinginan keras seluruh penduduknya untuk maju.

d. Sumber Daya Alam Belum Banyak Dimanfaatkan Secara Maksimal
Penguasaan teknologi dan pendidikan yang rendah menyebabkan negara berkembang memiliki kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

Pengetahuan masyarakat akan potensi yang dimiliki oleh wilayahnya sangat rendah, sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Padahal memanfaatkan sumber daya alam merupakan faktor pendorong kemajuan suatu bangsa.

Sumber daya manusia yang rendah tidak akan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang paling tinggi sekalipun. Karena itu, kemajuan suatu negara sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu ada beberapa negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak namun tergolong ke dalam negara berkembang.

e. Kekurangan Modal Untuk Melaksanakan Pembangunan
Modal yang dimiliki negara berkembang cenderung tersedot untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akibatnya modal cepat habis dan tidak ada lagi modal untuk melanjutkan proses pembangunan.

Adapun pengadaan modal melalui Ekspor dan pemasukkan lainnya tidak dapat berjalan secara optimal karena ketidakmampuan untuk menambah pemasukkan ke kas negara seceara signifikan.

f. Cenderung Menggantungkan Kehidupan Pada Impor Hasil Industri dan Ekspor Hasil Pertanian

Kemampuan produksi yang rendah dan hanya mengandalkan sektor pertanian menyebabkan adanya ketidakseimbangan dalam ekspor dan impor. Modal pun banyak tersedot untuk membeli hasil industri. Sementara, pamsukkan hanya mengandalkan hasil ekspor pertanian yang nilainya tidak terlalu tinggi.

Ketidakseimbangan antara ekspor dan impor menyebabkan tidak seimbaangnya pemasukkan dan pengeluaran. Sehingga, yang terjadi pengeluaran berlebihan tanpa diimbangi pemasukkan yang menyebabkan kas negara terus mengalami defisit atau kerugian. Akibatnya perekonomian negara menjadi tidak stabil yang makin memperparah keadaan.
         
Kurang lebih 80% penduduk dunia saat ini tinggal di negara berkembang. Negara yang termasuk katagori berkembang melibih tiga per empatt dari jumlah seluruh negara di dunia. Negara berkembang umumnya memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Rata-rata tingkat pertumbuhan di negara berkembang mencapai angka 1,6%. Sementara,rata-rata angka pertumbuhan penduduk negara maju hanya 0,1%.Selain itu,negara berkembang umumnya memiliki tingkat kematian dan kelahiran bayi yang tinggi, serta tingkat harapam hidup yang lebih rendah. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan dan nilai gizi yang dikonsumsi penduduk di negara berkembang masih sangat rendah.

Penduduk negara berkembang umumnya tingggal di pedesaan. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Tingkat pendapatan per kapitanya rata-rata sangat rendah.Pendapatan per kapita rata-rata negara berkembang berada di bawah kisaran 5.000 dollar Amerika.Bahkan masih banyak negara berkembang yang pendapatan perkapitanya hanya berada pada kisaran ratusan dollar amerika saja.

Berdasarkan Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa negara-negara berkembang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut.
  • Produksi barang-barang primer seperti pertanian masih dominan.
  • Jumlah pertumbuhan penduduknya tinggi.
  • Jumlah lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada tidak seimbang.
  • Tingkat Produktivitasnya masih rendah.
  • Tingkat kesejahteraan penduduknya rendah.
  • Angka beban Tanggungannya masih tinggi.
  • Kualitas atau tingkat keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya masih rendah.
  • Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita penduduknya masih rendah.
  • Ketergantungan terhadap negara lain tinggi dan mudah terpengaruh.
  • Daya beli masyarakatnya rendah .
  • Tingkat kemiskinan penduduknya masih tinggi.
  • Tingkat pengangguran yang tinggi berdampak pada tingginya angka kriminalitas.
Aduhh, panjang amat ya pembahasannya? maklum sahabat lagi semangat ni, nah giman? udah ngerti kan tentang perbedaan negara maju dan negara berkembang? Lalu bagaimana pendapatnya agar indonesia bisa menjadi negara maju kayak amerika yang tentunya menjadi negara yang sangat berpengaruh dalam dunia internasional? Pendapatnya langsung diisikan saja di kotak komentar ya, keluarkan semua unek-uneknya. Terimakasih telah berkunjung di softilmu.blogspot.com, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan, semoga terus bermanfaat ilmunya.

Pengertian dan Sifat Senyawa Kimia

Tahukah sobat kalau di bumi kita ini terdapat senyawa kimia yang tak terhitung jumlahnya? Jika tidak, mari simak penjelasan tentang senyawa kimia pada postingan kali ini. Sebenarnya ada sangat banyak senyawa kimia di sekitar kita, bahkan tubuh makhluk hidup sendiri tersusun atas senyawa-senyawa yang disebut senyawa organik . Nah, pada postingan kali ini saya akan sedikit memperjelas tentang Senyawa yang belum diketahui banyak orang (ssstt rahasia ne), beberapa hal tersebut ialah tentang Rumus Kimia, Kelompok Senyawa, Sifat-sifat senyawa, Senyawa Organik, dan Contoh senyawa dalam kehidupan.Baiklah langsung saja ke topik pertama ya.

A.Rumus Kimia
Sebelum memulai pembahasan singkat ini, perlu sobat ketahui bahwa senyawa mengandung atom-atom dari dua atau lebih unsur yang terikat secara kimia untuk membentuk zat baru yang berbeda. Unsur-unsur pembentuk senyawa dengan perbandingan yang sama inilah yang disebut sebagai rumus kimia, Artinya rumus kimia ini adalah cara untuk menunjukkan perbandingan unsur-unsur di dalam senyawa.Sebagai contoh, rumus kimia untuk air adalah H2O karena setiap dua atom hidrogen terikat dengan satu atom oksigen. Jadi intinya:

Rumus kimia adalah salah satu cara untuk mendeskripsikan susunan usnsur yang membentuk senyawa.(udah di jelasin panjang2 ternyata Cuma segitu initinya hehehe).
Senyawa

B.Kelompok Senyawa
Menurut sobat bagaimana sih cara membedakan senyawa-senyawa yang jumlahnya sangat banyak ini? Kalau bagi saya tentu membedakan dan memisahkan mereka berdasarkan ciri-ciri atau persamaan tertentu, sehingga terbagi menjadi beberapa kelompok yang lebih mudah untuk di bedakan. Tentunya ini sudah dilakukan oleh para ahli, bahkan sebelum kita berhasil menemukan jawabannya, dan pengelompokkan senyawa yang telah disusun adalah pengelompokkan berdasarkan sifat kimianya, yaitu kelompok asam dan basa, ada juga yang berdaasarkan atom-atom yang dikandungnya.

C.Sifat-sifat Senyawa
Layaknya manusia setiap individu senyawa yang dikelompokkan berdasarkan uraian di atas juga mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, namun tidak jarang sifat ini juga membawa bahaya bagi kita(manusia).Senyawa mempunyai dua sifat utama:
1.Tidak dapat dipisahkan secara fisika.
2.Mempunyai sifat-sifat yang berbeda dari unsur pembentuknya

Masih susah untuk memahaminya ya? Kalau gitu yuk pelajari contoh-contoh berikut, siapa tau dengan memahami contohnya membuat kita mengerti tentang sifat-sifat senyaawa tersebut sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan ini.
Natrium klorida (garam dapur) adalah suatu senyawa yang terdiri atas klorin (suatu gas beracun) dan natrium (logam yang sangat reaktif).Ketika bergabung menjadi satu, keduanya kehilangaan sifat berbahaya tersebut sehingga menjadi sesuatu yang berguna.

Besi dan Sulfur yang dipanaskan menjadi satu, sehingga membentuk senyawa (besi sulfida) yang juga mempunyai sifat berbeda dengan unsur-unsur aslinya. Tidak seperti besi, besi sulfida tidak bisa ditarik oleh magnet dan tidak juga seperti tepung sulfur. Juga perlu diketahui bahwa ketika keduanya bereaksi, maka besi dan sulfur tidak dapat dipisahkan lagi.

D.Senyawa Organik
Seperti yang saya singgung pada pendahuluan semua makhluk hidup tersusun atas senyawa. Nah, senyawa tersebut adalah senyawa organik yaitu senyawa yang mengandung unsur karbon. Senyawa organik ini terdiri dari atom karbon yang terikatt pada unsur-unsur lain,seperti hidrogen dan oksigen. Atom-atom tersebut disatukan oleh ikatan-ikatan kovalen yang kuat. Mungkin penjalasan tentang senyawa organik ini terlalu singkat bagi sobat, jika sobat ingin mengetahui lebih mendetail mengenai senyawa organik ini silahkan baca postingan saya mengenai Pengertian dan Penjelasan Kimia Organik.
Cukup sampai sini dulu yang postingan kali ini sobat, terimakasih karena telah bersedia meluangkan waktu sobat untuk mampir di blog yang sederhana ini, jangan bosan untuk terus berkunjung. Mungkin masih banyak kekurangan dalam postingan ini oleh karena itu saya berharap sobat semua sudi mengeluarkan pendapat sobat tentang postingan ini lewat kotak komentar.
Pada bab sebelumnya kamu sudah mempelajari muatan listrik pada suatu benda. Dua benda atau dua tempat yang muatan listriknya berbeda dapat menimbulkan arus listrik. Benda atau tempat yang muatan listrik positifnya lebih banyak dikatakan mempunyai potensial lebih tinggi. Adapun, benda atau tempat yang muatan listrik negatifnya lebih banyak dikatakan mempunyai potensial lebih rendah. Dua tempat yang mempunyai beda potensial dapat menyebabkan terjadinya arus listrik. Syaratnya, kedua tempat itu dihubungkan dengan suatu penghantar. Dalam kehidupan sehari-hari, beda potensial sering dinyatakan sebagai tegangan. Selanjutnya perhatikan Gambar berikut.
Pengertian Arus Listrik dan Beda Potensial

Dua tempat berbeda potensial

Pada Gambar di atas, A dikatakan lebih positif atau berpotensial lebih tinggi daripada B. Arus listrik yang terjadi berasal dari A menuju B Arus listrik terjadi karena adanya usaha penyeimbangan potensial antara A dan B. Dengan demikian dapat dikatakan, arus listrik seakan-akan berupa arus muatan positif. Arah arus listrik berasal dari tempat berpotensial tinggi ke tempat yang berpotensial lebih rendah. Pada kenyataannya muatan listrik yang dapat berpindah bukan muatan positif, melainkan muatan negatif atau elektron.
Karena itu, berdasarkan Gambar yang terjadi sebenarnya adalah terjadinya aliran elektron dari tempat berpotensial lebih rendah ke tempat yang berpotensial lebih tinggi. Jadi berdasarkan uraian di atas, arus listrik terjadi jika ada perpindahan elektron. Kedua benda bermuatan , jika dihubungkan melalui kabel akan menghasilkan arus listrik yang besarnya dapat ditulis dalam rumus
Rumus Kuat Arus Listrik
Dengan :
I = besar kuat arus, satuannya ampere (A)
Q = besar muatan listrik, satuannya coulomb (C)
t = waktu tempuh, satuannya sekon (s)
Berdasarkan uraian tersebut, arus listrik dapat didefinisikan sebagai banyaknya elektron yang berpindah dalam waktu tertentu. Kamu sudah mengetahui bahwa perbedaan potensial akan mengakibatkan perpindahan elektron. Banyaknya energi listrik yang diperlukan untuk mengalirkan setiap muatan listrik dari ujung-ujung penghantar disebut beda potensial listrik atau tegangan listrik. Hubungan antara energi listrik, muatan listrik, dan beda potensial listrik secara matematik dirumuskan.
Rumus Beda Potensial Listrik
dengan:

V = beda potensial listrik satuannya volt (V)
W = energi listrik satuannya joule (J)
Q = muatan listrik satuannya coulomb (C)
Dengan demikian, beda potensial adalah besarnya energi listrik untuk memindahkan muatan listrik.

Contoh Soal :

Kuat arus listrik yang mengalir pada lampu 250 mA. Jika lampu menyala selama 10 jam, berapakah
a. muatan listrik yang mengalir pada lampu?
b. banyaknya electron yang mengalir pada mapu (1 elektron = 1,6 x 10-19C)
Contoh Soal Arus Listrik

KUMPULAN TEMBANG MACAPAT

KUMPULAN TEMBANG MACAPAT

TEMBANG MACAPAT
  1. A.    PANGKUR
  1. Kanjeng sunan kali jaga
Ingkang ngripta kang dandhang gula yekti
Sunan gunung jati pocung
Njeng sunan bonang durma
Maskumambang yeku sunan maja agung
Tembang mijil ingkang ngripta
Sunan geseng asmane ki
  1. Sunan giri smarandana
Datan kantun sunan pajang kinanthi
Sunan murya padha pangkur
Dene sinom kang ngripta
Datan sanes njeng suna giri rumuhun
Megatruh iku kang yasa
Nenggih kanjeng sunan giri
  1. Sekar pangkur kangwinarna
Lelabuhan kang kanggo wongaurip
Ala lan becik puniku
Prayoga kawruh ana
Adat waton puniku dipun kadulu
Miwah ingkang tata krama
Den kaesthi siyang ratri
  1. Deduga lawan prayoga
Myang swatara riringa aywa lali
Iku parabot satuhu
Tan kena tininggalan
Tangi lungguh angadeg tuwin lumaku
Ngucap meneng anendra
Duga-duga nora kari
  1. muwah ing sabarang karya
ingprakara gedhe kalawan cilik
papat iku datan kantun
kanggo sadina-dina




lan ing wengi nagara miwah ing dhusun
kabeh kang padha ambegan
papat iku nora lali
  1. Kalamun ana manungsa
Anyinggahi dugi lawan prayogi
Iku watege tan patut
Amor lawan wong kathah
Wong deg sura daludur tan wruh ing edur
Aja sira pedhak-pedhak
Ora wurung meniwasi
  1. Mapan wataking manungsa
Pan ketemu ing laku lawan linggih
Solah muna-muninipun
Pan dadya panengeran
Kang ngapinter kang bodho miwah kang luhur
Kang asor lan kang mlarat
Tanapi manungsa sugih
  1. Heh padha mongsapa dhaa
Damarwulan tangya sun enteni
Iki uru bisma prabu
Wong sekti mondra guna
Kalok ingrat pilih tandhing ing prang pupuh
Sura mrata jaya mrata
Tau tate angentasi
  1. Surya candra lan kartika
Jurang harga myang wening jalanidhi
Yekti mawa pasang surut
Ywa maneh tamung sira
Yen kalisa owah gingsir ing tumuwuh
Ratri rina sore beda
Baya tan susah pinikir
  1. Jirak pindha munggwing wana
Sayeng kaga we rekta kang muroni
Sinambi kalane nganggur
Wastra tumrap mustaka





Pangikete wangsalan kang sekar pangkur
Baon sabin ing nawala
Kinarya langen pribadi

  1. B.     POCUNG
  1. Jrotyas wuyung nulat sekar gandanya rum
Angrerujit nala
Lina lutan bangkit lalis
Tulus lalu lila lamun pinetika
  1. Iya mathuk bakal ya tansah kepethuk
Tinemune nyata
Yekti marga isi-isi
Wite dhuwur angel tumi-tumiyungna
  1. Yen satuhu arum njawi lebetipun
Tan nganggo pulasan
Mongka sudarsana yekti
Aweh mulya ngambar gandane kusuma
  1. Bapak pocung cangkemmu marep mandhuwur
Saba mu ing sendhang
Pencokanmu lambung kering
Prapteng wisma si pocung mutah guwaya
  1. Angkara gung neng angga agung gumulung
Gegolonganira
Tri loka kere kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda
  1. Pangajabku duwe gegayuhan luhur
Mandhegani bangsa
Mbrastha kemiskinan yekti
Swasembada murah sandang pangan papan
  1. Yen wus iku nagri kita bakal maju
datan ketinggalan
lan bangsa mancanegari
ja kesuwen dadi negara berkembang
  1. Bapak pocung dudu watu dudu gunung
sabamu ing alas




ngon ingone sang bupati
prapteng marga si pocung lembehan grana
  1. Bapak pocung amung sirah lawan gembung
Padha dikunjara
Mati sajroning ngaurip
Si pocung dadi dahana
  1. Bapak pocung dudu tampar dudu dadhung
Dawa kaya ula
Penclokanmu kayu garing
Prapteng griya si pocung ngetokne cahya
  1. C.    MIJIL
  1. Duksamana durung ana listrik
Nganggo lampu teplok
Padhang mbulan tur akeh kancane
Tetembangan njoget genti-genti
Majune di gilir
Surak rame gupyuk
  1. Nggaru mluku nganggo kebo sapi
Durung ana traktor
Jam sepuluh teka kirimane
Bapa tani enggala nglereni
Nggone nambut kardi
Nuli mentas wisuh
  1. andhe dhuh biyung wayah apa iki
rembulan wus ngayom
ing gegana ting abyor lintange
titi sonya puspita kasilir
marutaris kengis
sumrik gandanyarum
  1. Padha dipun eling mring pitutur ing ngong
Sira uga satriya arane
Kudu anteng jatmila ing budi
Ruruh sarta wasis
Samubarangipun




  1. Dipun nedya prawira ing batin
Nanging aja katon
Sasabana yen durung mangsane
Kakendelan aja wani mingkis
Winika ing batin
Den samar ing semu
  1. Lan dimanteb mring panggawe becik
lawan wekasingong
aja kurang iya panrimane
yen wis tinitah marang Hyang Widhi
ing badan puniki
wis papancenipun
  1. Deda lanne guna lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah dhuwur wekasane
Tumungkulla yen dipundukanni
Ruruh sarwa wasis
Samubarangipun
  1. Jawa tengah dadi lumbung pari
Asil gotong royong
Panca usaha katindakake
Para warga sarta para tani
Sregep nyambut kardi
Mamrih adil makmur
  1. Lanang wadon ora ana kari
Bisane kalakon
Kacukupan kang dadi butuhe
Kanggo srana anggone leladi
Labuh ing nagari
Bekti ing Hyang agung
  1. Poma kaki dipun eling
Ing pitutur ingong
Sira uga satriya arane
Kudu anteng jatmika ing budi
Ruruh sarta waris





Samubarangipun
  1. D.    KINANTHI
  1. Nalikanira ing dalu
Wong agung mangsah semedi
Sirep kang balawanara
Sadaya wus sami guling
Nadyan ari sudarsana
Wus dangu nggenira guling
  1. Kukusing dupa kumelun
Ngeningken tyas kang apekik
Kawengku sagung jajahan
Nanging saget angikipi
Sang resi kaneka putra
Kang anjog saking wiyati
  1. Kagyat risang kapirangu
Rinangkul kinempi-kempit
Duh sang retnaning bawana
Ya ki tukang walang ati
Ya ki tukang ngenes ing tyas
Ya ki tukang kudu gering
  1. Teka ndadak melu-melu
Kaya budine wong ceplik
Lali yen kalengkangningrat
Ing bawana amurwani
Mustikaning jagad raya
Dhemen lalen sangga runggi
  1. Sun iki ngembani wuwus
Dewa sang Hyang Hodipati
Bathara sukma kawekas
Sira ingkang den paringi
Nenggih maosadi lata
Panguripe wong sabumi
  1. Punapa tamirah ingsun
Prihatin was pagung mijil
Tuhu dahat tanpa karya




Sengkang rine mekan Gusti
Gelung rinusak sekarnya
Sumawur gambir melathi
  1. Midering rat angelangut
Lelana njajah negari
Mubeng tepi ning samodra
Sumengka anggraning wukir
Anelasak wana wasa
Tumuruning jurang trebis
  1. Giwanging surya mbok gunung
Teki kang pindho wlingi
Tan gumingsir prapteng pejah
Mung sira kang condhong budi
Peksi reng mangsa kunarpa
Sun dhandhang dadiya krami
  1. Sulung enjang dhuh mbok gunung
Pustaka pinudyeng krami
Ngur matiya raganingwang
Lamun tan bisa karonsih
Ancur kaca dhuh bandara
Kang dadi rasaning ati
  1. Bokor siti dhuh mbok gunung
Agawe cuwaning ati
Cirak arga munggwing wana
Krawitan selehing gendhing
Durung tutug jejagongan
Kasusu tinundhung mulih
  1. E.     SINOM
  1. Nulada laku utama
Tumrape wong tanah jawi
Wonga gung ing ngeksi ganda
Panembahan senapati
Kepati amar sudi
Sudaning hawa lan nepsu
Pinesu tapa brata





Tanapi ing siyang ratri
Amemangun karya nak tyas ing sasama
  1. Punika serat kawula
Katura sira wong kuning
Sapisan salam pandonga
Kapindo takon pawarti
Jare sirarsa laki
Ingsun mung sewu jumurung
Amung ta wekasi wang
Gelang alit mungging driji
Lamun sida aja lali kalih kula
  1. Bang bang wetan wus rahina
Wungua nggenira guling
Medala lawang butulan
Lawang gedhe den jageni
Wanci punapa iki
Wancine sawung kaluruk
Umyung swarane sat
Mager sari padha tangi
Wus rahina wong bagus enggal wungua
  1. Laksi tane janma tama
Ambeg rereh raras ririh
Tan tinggal duga prayoga
Riri ngatan sah liniling
Lamun micara manis
Netya sumeh semu arum
Tanggap nging nora calak
Kawignyan dineleh wuri
Ngarah arah nut wahyaning kala mangsa
  1. Sun iki dhutaning nata
Prabu kenya majapahit
Kekasih Damar Sasangka
Atma mantune ki patih
Magang anyar awak mami
Lahta bisma praptaningsun





Ingutus Sang Narpendah
Kinen mocok murdataji
Marmaningsun ingutus ywa mindho karya
  1. Tumraping warga negara
Marang dhasaring negari
Kang winastan pancasila
Aja nganti padha lali
Jalaran iku dadi
Pangiket ingkang satuhu
Mrih manunggaling bangsa
Beda-bedaning agami
Nora perlu padha kanggoregejegan
  1. Nadyan tekan jaman kapan
Jiwane pancasilais
Kanggo nggayuh karukunan
Myang tentreming lahir batin
Sabab ing jaman mangkin
Akeh wong kang wus anyingkur
Tumpraping pancasila
Iku eman-eman yekti
Kang ateges datan ngurmati pejuang
  1. Wewangsalan roning kamal
Pra anom den ngati-ati
Wreksa kang pinetha janma
Golek kawruh kang sajati
Kolik priya upami
Anganggowa reh kang tuhu
Kapika pasren karna
Gegelang munggwing dariji
Aywa tinggal miwah lali pariwarna
  1. Ing marga  tan kacarita
Ing geladhag sampun prapti
Laju lun alun utara
Sami ninggali waringin
Kagunganing narpati





Dewadaru Jaya daru
Pinacak suji tosan
Ngrembuyung rone ngayomi
Pating klawer salure nyela pang wreksa
  1. Waringin kembar tinilar
Mlaku-mlaku alon sami
Malebet gedhong njenggarang
Sasanawaka nami
Sinangga sakaneki
Cacah patang puluh wolu
Gyane para bupatya
Miwah sagung para mantri
Samya seba tinindhihan wrangkanata
  1. F.     DHANDANGGULA
  1. Kekidungan kang mawa pepeling
Ngelingaken mrih tindak utama
Wong urip iku wajibe
Ngagengna darmanipun
Kanthi rila terusing ati
Sira wajib lenggana
Manungsa puniku
Cinipta datan sampurna
Lan manehe tan bisa urip pribadi
Tansah butuh wong liya
  1. Aja nyawang mring bedaning kulit
Aja nyawang bedaning agama
Iku kanca nira kabeh
Sanadyan drajadipun
Luwih cendhek lawan si reki
Becik den kurmatana
Sesamaning makhluk
Yen iku wus katindhakna
Mesti sira tetep bakal den payungi
Gusti kang Maha Nasa




  1. Wardining kang sasmita jinarwi
wruh kukum iku watekira
adoh marang kanisthane
pamicara puniku
wah reseping sagung miyarsi
tatakrama puniku
ngedohaken panyendhu
kagunan iku kinarya
ngupa boga dene kelakuan becik
weh rahayuning angga
  1. Dandhanggula ngresepake ati
Lamun sinom renyah miwah grapyak
Yen pangkur sereng wateke
Gambuh mawa pitutur
Yen prihatin nembanga mijil
Kasmaran smarandana
Maskumambang trenyuh
Galak greget nyekar durma
Yen megatruh gegetunang nglut lan sedhih
Pocung gecul sembrana
  1. Iku kabeh watak tembang yekti
Lamun sira arsa ngripta sekar
Kajaba guru lagune
Ingkang perlu den emut
Saben tembang yekti tan sami
Guru wilanganira
Wus pinathik baku
Lagu winengku ing sastra
Yen wus iku pedhotane kang premati
Pryoga katindhakna
  1. Sinarka arsa murwakani
Masjid demak kang agung bawera
Endah asri suwarnane
Saka sinungging wungu
Kuning gadhing akarya asri





Plataran gilar-gilar
Asri yen dinulu
Payon katon maya-maya
Anjenggarang kukuh bakuh edi peni
Karya ascaryaning tyas
  1. Mulya yekti pigunane masjid
Tumrap kegiyataning agama
Agama islam mekare
Ngibadah mring Hyang Agung
Gusti Alloh kang maha asih
Papan kinarya dakwah
Nggegulang mring mring ngelmu
Saraking agama islam
Mula wajib masjid iku denpepetri
Tulus trusing wardaya
  1. Sapa wong kang akarya kang masjid
Agung adi luhung kang sanyata
Raden patah asmane
Brawijaya sunu
Ratu agung ing majapait
Miyos saking gwagarba
Putri cempa ayu
Wau ta raden patah
Wiwit timur wineleg sagunging ngelmi
Sarak agama Islam
  1. Sinengkuyung sagunging prawali
Janma tuhu sekti mandra guna
Wali sanga nggih arane
Dhihin Syeh Magrib tuhu
Sunan ngampel kang kaping kalih
Tri sunan bonang ika
Sunan giri catur
Syarifudin sunan drajat
Anglenggahi urutan gangsal sayekti
Iku ta warnanira





  1. Kaping nenem kanjeng sunan kali
Jaga raden mas Said parabnya
Nenggih kasapta candhake
Yeku jeng sunan kudus
Jakfar sidik syeh magribi duk taksih alit
Astha sunan muriya
Kang uga sinebut
Raden umar said ika
Jangkep sanga sunan gunung jati nenggih
Winastan fatahillah
  1. G.    MEGATRUH
  1. kacarita kyana patih dhendhabahu
pan sarwia teken encis
amenggang gesar wawulung
apindha jakir nagari
yen ka anggul janma menggok
  1. Aywa kliru kang jeneng urip iku
Ya kang gumelar neng bumi
Sing bisa branahan iku
Run tumurun ing salami
Tetuwuhan kewan janma
  1. Kabeh iku mung manungsa kang pinujul
marga duwe lahir batin
jroning urip iku mau
isi ati klawan budi
iku pirantine ewong
  1. Sigra milir sang gethek si nangga bajul
Kawan dasa kang njageni
Ing ngarsamiwah ing pungkur
Tana pi ing kanan kering
Sang gethek lampahnya alon
  1. Dhuh Gusti ku Sri Rama kang hambeg sadu
Patik bra hatur hudani
Kalamun kusumaningrum
Dyah Sinta sinaut wani




Dening Ngalengka sang katong
  1. yen woh-wohan enak mentah iku timus
enak mateng iku kweni
manggis enak blibaripun
palem enak mateng ati
salah enak rada bosok
  1. Nora kena sinelak selak pineluk
Mringkang ngadhang adhang sisip
Yen lara anggepi reku
Temah kether maring ngening
Adoh kaelet tan adhoh
  1. Kangwas kitha mangsa kenaa kaliru
Suwanda-suwanda yekti
Sasra bau sasra bau
Yen lagi kinarya silih
Yekti lang sipating loro
  1. Dhuh Dhuh Dewa Bathara ingkang linuhung
Mugi paringa aksami
Mring dasih kang wlas ayun
Kasangsaya gung prihatin
Sru nalangsa jroning batos
  1. Puluh puluh wus begjane awak ingsun
Kudu pisah yayah wibi
Tan langgeng den mong wong sepuh
Baya wus karsaning Widhi
Pinasthi dhewe wak ing ngong
  1. H.    GAMBUH
  1. Sekar gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur
Tanpa tutur katula-tula katali
Kadulu warsa kapatuh
Katutuh pan dadi awon
  1. Lan sembah sungkem ipun
Mring Hyang Sukma elinga sireku
Apan titah sadaya amung sadermi




Tan welangsira andhaku
Kabeh kagungan Hyang Manon
  1. Marmane sira sagung
Aneng donya ywa kong si kaugung
Dipun becik mring sasama ning dumadi
Supaya nora kaduwung
Mrih rahayu ning lalakon
  1. Ana wong uwis sepuh
Duwe anak loro tan langkung
Lanang wadon wis diwasa tekeng wanci
Kang watek kosok wangsul
Ngalor ngidul nora cocok
  1. Kang wadon banget wungkul
Wekel sregep samubarang laku
Dasar gemi nastiti sarwa mrantasi
Pagaweyan kasar alus
Kabeh gelem ara mopo
  1. Beda lan kakangipun
Uwis bodhokesete kalangkung
Tur wegahan lumuhan sabarang kardi
Boros ngebreh tanpa petung
Apa-apa ora enjoh
  1. Aja nganti kabanjur
Barang polah ingkang nora jujur
Yen kabanjur sayekti kojur tan becik
Becik ngupayaa iku
Pitutur ingkang sayektos
  1. Yen wong mangkono iku
Nora pantes cedhak mring wong agung
Nora wurung anuntun panggawe juti
Nanging ana pantesipun
Wong mangkono didhedheplok
  1. Pitutur bener iku
Sayektine apantes tiniru
Nadyan metu saking wong sudra pepeki





Lamun becik tuturipun
Iku pantes sira anggo
  1. Sikidang umbagipun
Ngadelaken kebat lumpatipun
Pan si gajah ngadelaken gung kang inggil
Ula ngadelaken iku
Mandine kalamun nyakot
  1. MASKUMAMBANG
  1. Nadyan silih bapa biyung kaki nini
Sadulur myang sanak
Kalamun muruk tan becik
Nora pantes yen den nuta
  1. Apan kaya mangkono watekan iki
Sanadyan wong tuwa
Yen duwe watek tan becik
Miwah tindak tan prayoga
  1. Aja sira niru tindak kang tan becik
Nadyan ta wong liya
Lamun pamuruke becik
Miwah tindake prayoga
  1. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi
Ha nemu duraka
Ing donya tumekeng akhir
Tan wurung kasurang-surang
  1. Maratani ing anak putu ing wuri
Den padha prayitna
Aja na kang kumawani
Ing bapa tanapi biyang
  1. Dhuh anak mas sira wajib angurmati
Marang yayah rena
Aja pisan kumawani
Anyenyamah gawe susah
  1. Mugi Alloh ingkang maha asih
Tumunten paringa




Pepenget kang padha lali
Elinga mring kautaman
  1. Uripira pinter samubarang kardi
Saking ibu rama
Ing batin saking Hyang Widhi
Mulane wajib sinembah
  1. Putri cina gelangsaran melas asih
Mala kelaswara
Pedhangen juren wak mami
Aja andedawa lara
  1. Narimaa yen nuju nampa seserik
Awit sira uga
Lali nggonmu gawe serik
Elinga purbaning sukma
  1. ASMARANDANA
  1. Jomblah wanuh ingkang wadi
Mangkana upami nira
Pamestri kuwajibane
Den wanuh budining priya
Dimen tuk sih tan kendhat
Mbok manawa wuwuh wuwuh
Wikaning tyas marang sira
  1. Jamane nyata wus keksi
Sapa gelem nambut karya
Bakal nampa pituwase
Nging padha eling-elinga
Sosial mring sesama
Nggenya sami golek butuh
Tan mung nggo dhiri priyangga
  1. wus begjane wongkang sugih
samu barang kasembadan
wragad kapetung sepele
kabutuhan wus sumadya
kepara kari aba




donya iki pancen makmur
mung emane durung wrata
  1. kang kulina den adhepi
rekasane ngupa boga
repot rumpil abot angel
mula jeneng kasarasan
kang butuh wragad larang
nora kober dipun rembug
kepara den sepelekna
  1. pembangunan jaman iki
ing alam kang wus mardika
      ketara kamakmurane
      yen sinawang sakeplasan
      wrata sanuswantara
      nging yen mlebet njajah dhusun
      pranyata bangkit den makna
  1. dhusun pancen katon asri
samubarang wus rinasa
nuhoni paugerane
tumata tentrem raharja
nanging sanyatanira
apa ora amung palsu
sokur yen pancen wus mulya
  1. Ngungak jaman duk ing uni
Negara kita jinajah saiki kari penake
Bisane kelakon rata
Makmur desa ngadesa
Saranane tetep kudu
Sengkut gumregut makarya
  1. Lumrah tumrap wong ngaurip
Dumunung sadhengah papan
Tan ngrasa cukup butuhe
Ngenteni rejeki tiba
Lamun tanpa makarya
Sengara bisa kepthuk





Kang mangkono bundhelana
  1. Nginguk pawartos ing jawi
Reregan barang trus mundhak
Aja mung gedhe sambate
Iku wus ingaran lumrah
Sayekti kabeh imbang
Tan ana reregan mudhun
Jangkeping sen isen donya
  1. Negara mardika iki
Tinarbuka kalodhangan
Tumrap kabeh sapa wae
Kang kepengin kecukupan
Bebas nggennya makarya
Waton aywa kongsi ngganggu
Katentremaning bebrayan
  1. DURMA
  1. Ayo kanca gugur gunung bebarengan
Aja ana kang mangkir
Amrih kasembadan
Tujuan pembangunan
Pager apik dalan resik
Latar gumelar
Wisma asri kaeksi
  1. Paman- paman apa wartane ing ndalan
Ing ndalan keh pepati
Mati kena apa
Mati pinendang ligan
Ing jaja terusing gigir
Akari raga
Badan kari gumlinting
  1. Krodha ngunus candrasa Rahwana mangsah
Galak mangkrak angerik
Candra samakilat
Hingayat tan umesat




Janthayu miber ngungkuli
Gumreng ngawiyat
Dasamuka nuntuti
  1. Bener luput ala becik lawan begja
Cilaka mapan saking
Ing badan priyangga
Dudu saking wong liya
Pramila den ngati ati
Sakeh dirmaga
Singgah ana den aglis
  1. Matur nembah duk wau kawula tengga
Sedheng kidang munya njrit
Tinarka paduka
Nimbali ing kawula
Dadya kawula tinuding
Nusul paduka
Nanging kawula ajrih
  1. Apa silih pinangan ing mong ta sira
Nulya prapta ning ari
Laksmanawidagda
Pucat kena ing wisa
Martyas sang Rama nulya ngling
Ari laksmana
Mantili anengngendi
  1. Kadya pinuh sariranya dening kang rah
Wau ta sang apekik
Regawa kumesar
Muring ring tyas mangarang
Marang ngendi sira yayi
Jarang hingungak
Manawatibeng trebis
  1. tiningalan tan ana wau kang garwa
lawan ta ing kang rayi
laksmana punika
dereng panggih lan raka





wau duk panusulneki
tibeng wewisa
pucat netya maputih
  1. Palarasan undurrira saking tanam
Kuneng wuwusen malih
Sang ramawijaya
Lawan ari laksmana
Kidang mas kang sampun keni
Pejah binekta
Marang nggene kang rayi
  1. Mituturi sang putri mantili dirja
Yen ramabadra mangkin
Myarsa jrih dosanya
Denira numpes ditya
Ing balane Sri bupati
Mila tan nedya
Ngupaya garwaneki